Tatwa Kundi Guru
Nama Pemilik: I Ketut Kaler Katagori: Tatwa, Usada Jumlah Halaman: 58 Kode Registrasi: 20 Bahasa: Bahasa Bali Ukuran: 38 Cm X 3,5 Cm More Details| Sebelum adanya Bumi, terdapat sebuah pulau yang dikenal dengan nama Ginantung, terletak di angkasa raya. Di pulau tersebut bersemayam Bathara yang diberi gelar Bathara Kundi Guru. Bathara Kundi Guru memiliki hasrat untuk menciptakan dunia. Setelah penciptaan Bumi, Bathara Kundi Guru menikahi seorang putri yang turun dari langit, yang diberi nama Bathara Putri Jlahir. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putra yang telah mampu berjalan meskipun baru lahir, yang dinamakan Catur Jaya. Sang putra diberikan petunjuk bahwa untuk menguasai dunia (Bumi), ia harus mempelajari Usadha Kundi Guru. Pembelajaran dimulai pada hari suci Pamacen Agung, yang berisi aksara Brahma, Wisnu, Iswara, dan Mahadewa. Setelah mempelajari Usadha Kundi Guru, Catur Jaya tumbuh menjadi seorang raja yang sangat sakti. Usadha Kundi Guru juga memuat penjelasan mengenai berbagai jenis penyakit, metode pengobatan, sarana obat, serta mantra-mantra yang perlu dirafalkan. BAHASA INGGRIS : “Before the Earth existed, there was an island known as Ginantung, located in the sky. On the island resided a Bathara who was given the title Bathara Kundi Guru. Bathara Kundi Guru had a desire to create the world. After the creation of the Earth, Bathara Kundi Guru married a princess who came down from the sky, who was given the name Bathara Putri Jlahir. From this marriage, they were blessed with a son who was able to walk even though he was just born, named Catur Jaya. The son was given instructions that in order to rule the world (Earth), he must study the Usadha Kundi Guru. Learning began on the holy day of Pamacen Agung, which contains the scripts of Brahma, Vishnu, Iswara, and Mahadewa. After studying the Usadha Kundi Guru, Catur Jaya grew into a very powerful king. The Usadha Kundi Guru also contains explanations about various types of diseases, treatment methods, medicinal resources, and mantras that need to be recited.”
|
