No Image Available

Tata Wisesa

 Nama Pemilik: I Ketut Kaler  Katagori: Tatwa  Jumlah Halaman: 57  Kode Registrasi: 24/mpl.dupa/KL  Bahasa: Bahasa Bali  Ukuran: 26 Cm X 3,5 Cm More Details
 Ringkasan Isi:
Lontar ini berisi informasi mengenai pengubahan dari dasaksara menjadi panca brahma, lalu dari tri aksara menjadi dwi aksara, serta mencakup keputusan canting kuning atau canting emas, berbagai jenis panawar untuk mengatasi panas atau demam, serta mantra-mantra yang digunakan untuk memohon pengubahan, lengkap dengan upeti stiti dan seluruh sarana yang diperlukan. Terdapat pula keputusan Bhatara Guru: Tutur Bumi Sumedang, yang bertujuan untuk mencapai keselamatan, mencakup proses pembebasan yang beragam dengan berbagai tatacaranya. Catur sanak (saudara) yang memengaruhi tindakan positif maupun negatif. Menurut Rama Rena di luar, dengan semua penjelasannya, tulisan mengenai busana muksah harus dicatat pada kertas, termasuk mantra-mantra untuk mencapai kesucian diri, keputusan dari Bhatara Wisnu, dan juga tulisan yang berkaitan.

BAHASA INGGRIS :

This lontar contains information about the change from daaksara to panca brahma, then from tri aksara to dwi aksara, and includes the decision of canting kuning or canting emas, various types of panawar to overcome heat or fever, and the mantras used to ask for the change, complete with tribute stiti and all the necessary facilities. There is also the decision of Bhatara Guru: Tutur Bumi Sumedang, which aims to achieve salvation, includes a variety of liberation processes with various procedures. Catur sanak (relatives) who influence positive and negative actions. According to Rama Rena outside, with all his explanations, the writings on muksah clothing must be recorded on paper, including mantras to achieve self-purity, the decision of Bhatara Wisnu, and also related writings.