Mantra Panempuran penakit
Nama Pemilik: I Ketut Kaler Katagori: Kawisesan Jumlah Halaman: 36 Kode Registrasi: 15/mpl.Dupa/Kl Bahasa: Bahasa Bali Ukuran: 38 Cm X 3,5 Cm More Details| Dimulai dengan Awignamastu, yang merupakan nama siwaya dan berfungsi sebagai mantra pembasmi penyakit. Ketika dikonsumsi, terdapat perhatian khusus terhadap tanda-tanda yang muncul. Apabila terdapat kedinginan pada bagian-bagian tertentu, lontar ini juga mencakup tanda-tanda keracunan (wisiya), serta obatnya yang terdiri dari kulit pohon jambu putih dan lainnya, disertai dengan caru yang dihubungkan dengan mantra, serta rajah aksara Arab beserta mantra sebagai jimat untuk bayi. Terdapat pula rajah Lohanata yang dilengkapi dengan mantra. Selain itu, terdapat mantra yang dapat memunculkan kemarahan dan belas kasihan, serta informasi mengenai beberapa jenis penyakit beserta obatnya. Di dalamnya juga terdapat rerajahan yang digunakan sebagai ajimat dan mel kunci. Terdapat keputusan Jaka-Tuwi yang berupa mantra, gambar/rerajahan kala beserta aksaranya, serta mantranya, termasuk pembeku/pamungkem leyak. Akhirnya, lontar ini juga memuat penjelasan yang lebih luas mengenai pancaksara.
BAHASA INGGRIS : Starting with Awignamastu, which is the name of siwaya and functions as a disease-fighting spell. When consumed, there is special attention to the signs that appear. If there is coldness in certain parts, this lontar also includes signs of poisoning (wisiya), as well as the medicine consisting of white guava tree bark and others, accompanied by caru which is connected to the spell, as well as Arabic script rajah along with the spell as a talisman for babies. There is also a Lohanata rajah which is equipped with a spell. In addition, there is a spell that can bring out anger and compassion, as well as information about several types of diseases and their cures. In it there is also a rerajahan used as an amulet and a key mel. There is a Jaka-Tuwi decision in the form of a spell, a picture/rerajahan kala along with its script, and its spell, including the freezing/pamungkem leyak. Finally, this lontar also contains a broader explanation of the pancaksara.
|
