No Image Available

Raja Pinulah

 Nama Pemilik: Ni Ketut Terima  Katagori: Kawisesan  Jumlah Halaman: 21  Kode Registrasi: 33/mpl.dupa/trm  Bahasa: Bahasa Bali  Ukuran: 29,5 Cm X 3,5 Cm More Details
 Ringkasan Isi:
Lontar ini mengandung informasi sebagai berikut:

1. Terdapat berbagai aksara atau huruf tertentu yang perlu dipahami dan diurutkan secara jelas. Aksara yang digunakan terdiri dari 10 huruf (Dasaksara), 9 huruf (Sanga Aksara), 8 huruf (Astha Aksara), 7 huruf (Sapta Aksara), 6 huruf (Sad Aksara), 5 huruf (Panca Aksara), 4 huruf (Catur Aksara), 3 huruf (Tri Aksara), 2 huruf (Dwi Aksara), dan 1 huruf (Eka Aksara).

2. Menguraikan asal mula dunia beserta isinya, yang disebut Sang Hyang Guru Reka, Hyang Tunggal, Hyang Parama Wisesa, Sang Hyang Taya, Sang Hyang Acintya, dan Guru Siwa.

3. Para dewa atau Batara mengalami kematian akibat meminum air yang mengalir dari Gunung Jambul Dipang, yang ternyata merupakan racun mematikan. Namun, para dewa dihidupkan kembali setelah diberikan amerta sanjiwani oleh Batara Guru.

4. Menjelaskan asal-usul keberadaan padi yang berwarna putih, merah, kuning, dan hitam. Namun, warna kuning tidak ada di bumi karena saat dibawa oleh burung ke dunia, padi tersebut telah dimakan oleh burung dan kulitnya tumbuh menjadi kunir.

5. Terdapat istilah “uang” atau “jinah” dalam bahasa Bali, yang masing-masing memiliki nama dan tempat sesuai dengan penguasaannya. Misalnya, uang di rumah disebut rambut sedana, uang di perjudian disebut ki kebun camar, dan uang di pasar disebut ki kala konca.

6. Manusia, dari dalam kandungan hingga lahir, menjalani kehidupan dan mengalami kematian yang memiliki empat saudara yang dikenal sebagai catur sanak, di mana nama masing-masing sanak berbeda-beda sesuai dengan usia manusia tersebut.

 

BAHASA INGGRIS :

This lontar contains the following information:

1. There are various scripts or specific letters that need to be understood and arranged clearly. The scripts used consist of 10 letters (Dasaksara), 9 letters (Sanga Aksara), 8 letters (Astha Aksara), 7 letters (Sapta Aksara), 6 letters (Sad Aksara), 5 letters (Panca Aksara), 4 letters (Catur Aksara), 3 letters (Tri Aksara), 2 letters (Dwi Aksara), and 1 letter (Eka Aksara).

2. Describes the origin of the world and its contents, which are called Sang Hyang Guru Reka, Hyang Tunggal, Hyang Parama Wisesa, Sang Hyang Taya, Sang Hyang Acintya, and Guru Siwa.

3. The gods or Batara died from drinking water that flowed from Mount Jambul Dipang, which turned out to be a deadly poison. However, the gods were revived after being given amerta sanjiwani by Batara Guru.

4. Explain the origin of the existence of white, red, yellow, and black rice. However, the color yellow does not exist on earth because when it was brought by birds to the world, the rice had been eaten by birds and its skin grew into turmeric.

5. There is a term “money” or “jinah” in Balinese, each of which has a name and place according to its control. For example, money at home is called rambut sedana, money in gambling is called ki kebun camar, and money in the market is called ki kala konca.

6. Humans, from the womb to birth, live life and experience death having four siblings known as catur sanak, where the name of each relative is different according to the age of the human.