
Rabu, 9 April 2025, bertempat di Museum Pustaka Lontar , Desa Budaya Dukuh Penaban, Kabupaten Karangasem, telah dilaksanakan kegiatan identifikasi dan penarasian lontar bersama 2 orang penyuluh bahasa Bali yaitu Ibu Ni Luh Widiastiti, Ibu Ni Luh Putu Rika Darmayanti, Bapak Ida I Dewa Gede Catra, dan Bapak I Nyoman Sutrisna. Hasil dari kegiatan ini diperoleh 3 lontar berhasil dilakukan konservasi, identifikasi, serta penarasian.
Lontar yang berhasil diidentifikasi kemudian dilakukan penarasian. Adapun beberapa lontar yang dimaksud, di antaranya :
- Geguritan Bagus Umbara menceritakan tentang perjalanan putra mahkota kerajaan kauripan (raden mantri koripan) untuk menutupi identitas dirinyasebagai putra mahkota kauripan.
- Tatwa Kuranta Bolong memuat tentang tatacara menjadi seorang dukun/ balian memuja dewa nawasanga beberapa rerepian yang mengandung kekuatan magis.
- Kawisesan dalam lontar ini memuat tentang tutur muladara, dimulai dengan pertemuan urat syaraf dalam tubuh dengan nama masing-masing, menguraikan atma-atma yang berada pada bagian-bagian tubuh sehingga mendapatkan atma moksa, atma aksara atau tri aksara rwa bineda, pancaksara, nama-nama atmanya, termuat juga kalepasan, marganing ratu wisesa, ada yang disebut swarga menga. kalepasan pangeran rum Sang Hyang Wina twi, semua mengarah pada kehormatan. diakhiri dengan tatacara menyucikan diri.
Yayasan Karya Buana Lestari secara konsisten menggelar kegiatan pelestarian lontar sebagai bagian dari upaya konservasi warisan budaya Bali. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, mengingat banyak lontar yang masih membutuhkan perhatian khusus untuk diselamatkan. Dengan sinergi antara lembaga pelestarian budaya, pemerintah, dan masyarakat, kelangsungan warisan intelektual Bali dapat terjaga, memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang.


